
Seperti pada halnya korek; batu api, sumbu dan minyak saling berkorelasi satu sama lain. Begitu juga dalam jalinan apapun dalam dunia ini yang memiliki persamaan. Contoh kasus; menulis blog. Terkadang ada perasaan bahwa gua nulis blog bukan dan tidakmau karena orang lain, tidak mau ikut-ikutan, tidak mau reaktif dan lain sebagainya. Namun, apa hasilnya? Gua tidak dapat menulis Satu blog pun dalam 1 tahun terakhir, karena gua tidak mau jadi sumbu yang terbakar oleh percikan api dari batu api orang lain. Akibatnya? Blog ini tidak dapat mengeluarkan manfaatnya baik bagi gua sendiri ataupun oranglain.
Sekarang, gua coba dengan pemikiran baru, coba manfaatkan semua energi dari luar yang mendorong(membakar) kita lebih baik, karena tidak ada salahnya mendengarkan orang lain. Dan jangan pernah menganggap bahwa jika kita berhasil(menyalakan api) nanti dan ada yang bilang bahwa “Gua berhasil gara2 dia”,jikapun terjadi, hal itupun tidak akan mengurangi keberhasilan kita, sama seperti halnya mengajari orang lain untuk menjadi berhasil, hal itupun tidak akan mengurangi keberhasilan kita.
Terkadang dalam otak kita berjubel dengan konsep-konsep baru yang brilyan, namun sayangnya hilang seperti hilangnya tokai pada saat kita buang air. Atau semua ide-ide brilyan itu hanya sekedar konsep blunder saja, karena sudah tidak ada energi lagi untuk melaksanakannya . Pada akhirnya, konsep menjadi valid jika terbukti. Maka buktikan segera! sebab, orang-orang hebat itu bukan karena dia pintar, tapi lebih karena mereka sesegera-mungkin mengimplementasikan konsep yang mereka punya..
Salam damai untuk dunia!!
Ξ January 22nd, 2009 | → 4 Comments | ∇ Opini |
Jika ditanya tentang kedua hal diatas dan infaq mungkin kita bilang antara langit dan bumi, atau antara hitam dan putih, Tapi saya disini mau melihat dari sisi yang lain. Keduanya mempunyai benang merah yaitu mengeluarkan sesuatu yang kecil dan cenderung sia2 demi mendapatkan hal besar dengan mudah dan cenderung cepat! pada saat kita berjudi kita dengan harapan yang besar mendapatkan hal yang banyak tentunya resikonya adalah taruhan kita, dan yang menjadi faktor pendukung terjadinya adalah keyakinan kita akan keberuntungan yang kita miliki. Namun, bagaimana dengan Infaq?
Infaq(baik Zakat maupun Shadaqah) juga mengeluarkan hal yang kecil yang cenderung sia2 bagi kita,dengan harapan kita akan mendapat Ridha Nya atas semua yang kita berikan. Tapi disisi lain ada yang mengatakan bahwa, tidak akan miskin orang yang banyak berinfaq atau Selalu akan ada balasan setiap amalan yang kita kerjakan dari sana ada keyakinan bahwa kita akan mendapat hal yang lebih dengan berinfaq paling tidak buat investasi kelestarian hati/jiwa.
Dan keduanya pada akhirnya mengeluarkan sesuatu yang berharga untuk hal yang cenderung sia2 bagi kita dengan pengharapan yang besar kedepannya!
Jadi, pilih mana Infaq atau Judi?
Ξ September 25th, 2008 | → 2 Comments | ∇ Opini |

1+1 =?
Dulu Waktu SD kita pasti tau benar jawaban dari soal diatas, dengan lantang dan sigap kita bisa jawab 2. Tapi, bagaimana dengan sekarang? Saat ini, ternyata kita dikasih banyak pilihan untuk menjawab, misalnya :
- Jika 1 + 1 maka dapat berarti 11, karena 1 disandingkan lagi dengan 1 kalo kodenya gini var i = “1″ +”1″:D
- Jika 1 + 1 maka dapat berarti 3, karena dalam binary yang cuman berisi kode 0 dan 1, itu berarti 2 pangkat 0 ditambah 2 pangkat 1= 1+2
- Jika 1+ 1 maka bisa jadi ii, karena dalam romawi 1=i, jadi kalo dalam penggunaan kalimat, “ii…. kamu bau….. ”
- jika 1+1 maka bisa jadi 3,4,5,6,7 tergantung kuat nya gimana. karena jika 1 pria menikah dan 1 dengan 1 wanita, bisa jadi banyak anggota keluarganya.
Dan mungkin masih ada lagi… Jadi, kesimpulannya kita di tipu dong waktu SD…. atau mungkin blon dikasih tau aja kali ya
Ξ September 24th, 2008 | → 0 Comments | ∇ Opini |
Ternyata sombong itu bukan hanya dapat dimiliki oleh orang yang kaya, sombong itu bukan hanya dapat dimiliki orang yang pintar.
Orang miskin bisa sombong dengan kemiskinannya, gua dulu nonton filem judulnya ujang pantri yang mana(di filem itu) dia memerankan tokoh miskin yang sombong, dia seringkali menggunakan kemiskinan sebagai tameng agar orang kasihan kepadanya. dia Selalu berkata “Mentang2 saya miskin, jadi kamu……” sama pacarnya.
Orang bodoh pun juga bisa sombong akan kebodohannya, dia bangga akan kebodohannya tak ada niat untuk berubah hingga membuat repot orang sekelilingnya.
Walaupun banyak juga orang kaya dan pintar yang sombong.
Jumat 23 Mei 2008 kemarin, Pemerintah akhirnya menaikkan harga bahan bakar Minyak bersubsidi hingga 28,… % dengan prediksi inflasi 11,.. %. Padahal siangnya temen kantor gua baru aja ngomong kalo bensin ga akan naek, soalnya di Indonesia masih banyak yang kekurangan, kalo bensin dinaekin, kasian bener rakyat kecil. Tapi… kenyataannya, malemnya bensin udah naek. Yang jelas, Sektor Usaha yang sifatnya kebutuhan Sekunder dan tersier akan berpengaruh sangat drastis dengan ada nya kebijakan ini, karena ketidakmampuan pasar membeli barang.
Tapi, disini gua coba pandang hal ini sebagai sebuah masalah pribadi dengan sebuah strategi yang harus dimainkan. Bagi perekonomian keluarga, hal ini pasti menjadi masalah besar dengan Income yang masih sama saja, tapi pengeluaran yang cenderung naek ditambah perencanaan ekonomi jangka panjang yang jadi amburadul akibat harga yang ngga stabil. Dari sana, maksa otak buat mikir, gimana ya caranya ngamanin yang namanya cashflow keluarga. dan berikut ini yang udah gua lakukan:
- Buka Excell,
- Kalkulasi Income
- Kalkulasi pengeluaran sebelum bensin Naek(kalo biasanya gua, bikin pos pos pengeluaran)
- Kalkulasi perkiraan pengeluaran setelah bensin Naek.
- Lihat apakah ada pos yang bisa direduksi atau bahkan dihilangkan dan di bebankan ke pos yang lebih penting, ya mungkin dengan mulai menghilangkan sedikit kesenangan pribadi.
- Usahakan sama antara Pengeluaran sebelum bensin naek sama ngga. kalo seandainya masih tidak sama, harus dipikirin lobang lain untuk nutup pengeluaran itu.
- Berdoa, semoga rahmat dan Rizki Nya selalu tercurah kepada kita.
Ya, pada awalnya kalo dipikirin aja, emang kesan nya bakalan naek banyak banget pengeluaran. Tapi, setelah ditulis dan dicompare, setidaknya bikin sedikit tenang, dan tau harus ngapain. Dan awal dari keadaan transisi gini emang sulit banget. Terlebih bagi mereka yang memang sulit keadaannya.
Ξ December 12th, 2007 | → 1 Comments | ∇ Opini |
Pendapat saya tentang Orang bodoh dan pintar:
Orang bodoh berbuat banyak hal untuk sesuatu yang kecil, Orang Pintar berbuat yang efisien untuk suatu hal yang besar.
Orang bodoh melakukan hal yang berulang untuk hal yang sama, Orang pintar melakukan sesuatu yang dapat mereduksi kerjaan yang berulang.
Orang bodoh berkarya dulu dipikir belakangan, Orang pintar selalu berfikir dulu baru berkarya.
Orang bodoh berorientasi menyelesaikan pekerjaan, Orang pintar berorientasi menyudahi perkerjaan.
Orang bodoh pada suatu saat dia menemukan cara pintar, Orang Pintar pada saat terdesak melakukan cara bodoh.
Orang bodoh kerja habis itu tidur,Orang pintar sambil tidurpun kerja.
Orang Bodoh sering menemukan sesuatu hal yang Cerdas pada sekelilingnya, Orang pintar sering menemukan sesuatu yang goblok sekelilingnya.
Orang Bodoh hanya ingin dimengerti tanpa ada keinginan untuk mengerti, Orang pintar sering berupaya agar orang lain mengerti bahwa dia berusaha untuk mengerti
Dan teryata, tak selamanya jadi orang bodoh itu jelek…
Next Page »