Jika ditanya tentang kedua hal diatas dan infaq mungkin kita bilang antara langit dan bumi, atau antara hitam dan putih, Tapi saya disini mau melihat dari sisi yang lain. Keduanya mempunyai benang merah yaitu mengeluarkan sesuatu yang kecil dan cenderung sia2 demi mendapatkan hal besar dengan mudah dan cenderung cepat! pada saat kita berjudi kita dengan harapan yang besar mendapatkan hal yang banyak tentunya resikonya adalah taruhan kita, dan yang menjadi faktor pendukung terjadinya adalah keyakinan kita akan keberuntungan yang kita miliki. Namun, bagaimana dengan Infaq?
Infaq(baik Zakat maupun Shadaqah) juga mengeluarkan hal yang kecil yang cenderung sia2 bagi kita,dengan harapan kita akan mendapat Ridha Nya atas semua yang kita berikan. Tapi disisi lain ada yang mengatakan bahwa, tidak akan miskin orang yang banyak berinfaq atau Selalu akan ada balasan setiap amalan yang kita kerjakan dari sana ada keyakinan bahwa kita akan mendapat hal yang lebih dengan berinfaq paling tidak buat investasi kelestarian hati/jiwa.
Dan keduanya pada akhirnya mengeluarkan sesuatu yang berharga untuk hal yang cenderung sia2 bagi kita dengan pengharapan yang besar kedepannya!
Jadi, pilih mana Infaq atau Judi?
Ξ September 25th, 2008 | → 2 Comments | ∇ Opini |

1+1 =?
Dulu Waktu SD kita pasti tau benar jawaban dari soal diatas, dengan lantang dan sigap kita bisa jawab 2. Tapi, bagaimana dengan sekarang? Saat ini, ternyata kita dikasih banyak pilihan untuk menjawab, misalnya :
- Jika 1 + 1 maka dapat berarti 11, karena 1 disandingkan lagi dengan 1 kalo kodenya gini var i = “1″ +”1″:D
- Jika 1 + 1 maka dapat berarti 3, karena dalam binary yang cuman berisi kode 0 dan 1, itu berarti 2 pangkat 0 ditambah 2 pangkat 1= 1+2
- Jika 1+ 1 maka bisa jadi ii, karena dalam romawi 1=i, jadi kalo dalam penggunaan kalimat, “ii…. kamu bau….. ”
- jika 1+1 maka bisa jadi 3,4,5,6,7 tergantung kuat nya gimana. karena jika 1 pria menikah dan 1 dengan 1 wanita, bisa jadi banyak anggota keluarganya.
Dan mungkin masih ada lagi… Jadi, kesimpulannya kita di tipu dong waktu SD…. atau mungkin blon dikasih tau aja kali ya 
Ξ September 24th, 2008 | → 0 Comments | ∇ Opini |
Ternyata sombong itu bukan hanya dapat dimiliki oleh orang yang kaya, sombong itu bukan hanya dapat dimiliki orang yang pintar.
Orang miskin bisa sombong dengan kemiskinannya, gua dulu nonton filem judulnya ujang pantri yang mana(di filem itu) dia memerankan tokoh miskin yang sombong, dia seringkali menggunakan kemiskinan sebagai tameng agar orang kasihan kepadanya. dia Selalu berkata “Mentang2 saya miskin, jadi kamu……” sama pacarnya.
Orang bodoh pun juga bisa sombong akan kebodohannya, dia bangga akan kebodohannya tak ada niat untuk berubah hingga membuat repot orang sekelilingnya.
Walaupun banyak juga orang kaya dan pintar yang sombong.
Jumat 23 Mei 2008 kemarin, Pemerintah akhirnya menaikkan harga bahan bakar Minyak bersubsidi hingga 28,… % dengan prediksi inflasi 11,.. %. Padahal siangnya temen kantor gua baru aja ngomong kalo bensin ga akan naek, soalnya di Indonesia masih banyak yang kekurangan, kalo bensin dinaekin, kasian bener rakyat kecil. Tapi… kenyataannya, malemnya bensin udah naek. Yang jelas, Sektor Usaha yang sifatnya kebutuhan Sekunder dan tersier akan berpengaruh sangat drastis dengan ada nya kebijakan ini, karena ketidakmampuan pasar membeli barang.
Tapi, disini gua coba pandang hal ini sebagai sebuah masalah pribadi dengan sebuah strategi yang harus dimainkan. Bagi perekonomian keluarga, hal ini pasti menjadi masalah besar dengan Income yang masih sama saja, tapi pengeluaran yang cenderung naek ditambah perencanaan ekonomi jangka panjang yang jadi amburadul akibat harga yang ngga stabil. Dari sana, maksa otak buat mikir, gimana ya caranya ngamanin yang namanya cashflow keluarga. dan berikut ini yang udah gua lakukan:
- Buka Excell,
- Kalkulasi Income
- Kalkulasi pengeluaran sebelum bensin Naek(kalo biasanya gua, bikin pos pos pengeluaran)
- Kalkulasi perkiraan pengeluaran setelah bensin Naek.
- Lihat apakah ada pos yang bisa direduksi atau bahkan dihilangkan dan di bebankan ke pos yang lebih penting, ya mungkin dengan mulai menghilangkan sedikit kesenangan pribadi.
- Usahakan sama antara Pengeluaran sebelum bensin naek sama ngga. kalo seandainya masih tidak sama, harus dipikirin lobang lain untuk nutup pengeluaran itu.
- Berdoa, semoga rahmat dan Rizki Nya selalu tercurah kepada kita.
Ya, pada awalnya kalo dipikirin aja, emang kesan nya bakalan naek banyak banget pengeluaran. Tapi, setelah ditulis dan dicompare, setidaknya bikin sedikit tenang, dan tau harus ngapain. Dan awal dari keadaan transisi gini emang sulit banget. Terlebih bagi mereka yang memang sulit keadaannya.
Ξ December 12th, 2007 | → 1 Comments | ∇ Opini |
Pendapat saya tentang Orang bodoh dan pintar:
Orang bodoh berbuat banyak hal untuk sesuatu yang kecil, Orang Pintar berbuat yang efisien untuk suatu hal yang besar.
Orang bodoh melakukan hal yang berulang untuk hal yang sama, Orang pintar melakukan sesuatu yang dapat mereduksi kerjaan yang berulang.
Orang bodoh berkarya dulu dipikir belakangan, Orang pintar selalu berfikir dulu baru berkarya.
Orang bodoh berorientasi menyelesaikan pekerjaan, Orang pintar berorientasi menyudahi perkerjaan.
Orang bodoh pada suatu saat dia menemukan cara pintar, Orang Pintar pada saat terdesak melakukan cara bodoh.
Orang bodoh kerja habis itu tidur,Orang pintar sambil tidurpun kerja.
Orang Bodoh sering menemukan sesuatu hal yang Cerdas pada sekelilingnya, Orang pintar sering menemukan sesuatu yang goblok sekelilingnya.
Orang Bodoh hanya ingin dimengerti tanpa ada keinginan untuk mengerti, Orang pintar sering berupaya agar orang lain mengerti bahwa dia berusaha untuk mengerti
Dan teryata, tak selamanya jadi orang bodoh itu jelek…
Ξ October 26th, 2007 | → 0 Comments | ∇ Opini |
Mungkin bagi kita yang senang memperhatikan perkembangan komputer di dunia terutama perkembangan Chipset dari prosessor tak asing mendengar yang namanya AMD yang mana masih setia menjadi pesaing kuatnya Intel dalam merajai bisnis Prosessor dunia.
Pada akhir Tahun 90an hingga awal tahun 2000, Intel memang menjadi peusahaan yang nyaris berjalan tanpa pesaing. Saingan terkuat Intel pada saat itu hanya AMD dan dan Via yang mana kedua Chipset ini hanya meraih kurang dari 25% dari pasar dunia. Namun, pada Awal tahun 2000 AMD penjualan AMD mulai mengalami peningkatan dimana ada unsur pendukung peningkatan penjualan AMD(Produk nya Duron dan Alton ), yaitu Isu “Bahwa AMD Mudah Di OverClock dan AMD terkenal cepat,MUrah juga Handal” dan isu ini pun serta merta menaikkan pamor AMD. Didukung lagi pada masa itu pula, bisnis netwoking Games sedang mulai Naik daun(Pada masa itu CS), yang mana banyak pengusaha game yang menggunakan AMD sebagai prosessornya.
Namun, selain isu yang baik, AMD juga terkenal dengan “Prosessor yang mudah Panas” dan ini juga yang menjadi ganjalan bagi AMD untuk menguasai pasar lebih baik lagi. Namun, para pencinta komputer murah(termasuk saya pada waktu itu) tak henti2nya untuk merekomendasikan AMD sebagai Prosessor yang handal sekaligus cepat dan untuk masalah panas itu bisa di akali dengan berbagai cara.
Perkembangan penjualan AMD terus meningkat menginggal kan penjualan Chipset VIA(yang terkenal denga product Cyric) pada tahun 2004 dan 2005 hingga pada akhirnya penjualan AMD dan INtel hanya mempunyai selisih tak sampai 10% pada penjualan Dunia. Bahkan pada Akhir tahun 2005 di singapur, AMD menanntang Intel untuk berduel mengadu kecepatan pada sebuah iklan di media massa. Namun tantangan tersebut tidak ditanggapi oleh Intel, sehinga AMD semakin merasa kuat dengan performancenya.
Dengan adanya “perang” pasar yang kuat, Intel pun sadar. Bahwa jika tidak merubah strategi bisnis nya, maka Intel akan tertinggal dengan AMD.Melihat hal itu, Intel benar-benar berniat merubah strategi nya. Saya ingat betul, pada saat itu(akhir 2005 -awal 2006) Orang sedang ramai membicarakan sistem 64 bit dengan computer 64bit, dan secara hitung-hitungan kasar, AMD lebih unggul di banding intel. Tapi menanggapi hal ini, Intel mengeluarkan intel Core Duo 32bit dengan harga relatif murah, dan juga langsung di pasangkan pada Laptop terbaru pada masa itu. Intel seolah melupakan sejenak kekalahannya pada pengembangan 64bit dan tetap bermain di 32bit untuk pasar menengah kebawah. Dan ternyata, Strategi ini benar-benar membuat AMD menjadi tertinggal jauh lagi. Ditambah lagi kerjasama Intel dengan perusahaan Apple yang mana menggunakan teknologi intel pada setiap product barunya, yang membuat Intel semakin menguasai pasar Prosessor di Dunia.
Hingga, pada suatu kesempatan ngobrol-ngobrol dengan pencinta AMD(pada waktu kuliah dulu), teman saya menduga bahwa AMD ada hal yang kompatibel antara AMD dengan windows sehingga Laptopnya yang berprosessorkan AMD, sering heng.
Seiiring dengan waktu yang terus bergulir, banyak yang dialami, dilewati dan terlupakan. Pada saat ketuaan ini semakin nampak, dan semakin jelas terlintas bagaimana orang tua ku berjuang untuk aku di masa kecilku dulu.Saat ini, kerutan diwajahnya semakin nampak,tapi rasanya,aku masih belum bisa membuatnya tersenyum bangga.
Aku dan ketuaanku,
Seperti jantung yang selalu berdetak, begitu pula waktu yang terus berjalan maju. Dan semakin hari semakin sulit rasanya mengelola waktu, terlalu banyak variable yang berkeliaran dalam ruang waktu yang semakin tak terkendali dan semua berteriak, bahwa mereka adalah Prioritas.
Aku dan ketuaanku,
Laiknya jalan yang berliku,sulit untuk dihafal dan diterka kemana arah hingga mencapai rumah dengan jalan tercepat. Yang kuingat hanya; aku punya sebuah PETA, yang bisa kupakai pada saat hendak pergi suatu tempat. Walaupun dalam hati selalu berambisi menghapal semua jalan yang ada di dunia. Namun ketuaan ku selalu menertawaiku dan selalu bertanya; “kemana arah ku” ?.
Aku dan ketuaanku
Kesombongan, Kini mulai menampar wajahku berkali kali. Kelalaian, sering mencelakai hingga jatuh bertubi. Dan Emosi seperti bumerang yang selalu menghajar diri sendiri.