Tujuan utama

Posted on 21st February 2011 in Opini

Hari ini, saya baca status FB istri saya yang bertuliskan “susah ya, merubah pola pikir yg menganggap: sekolah untuk mencari nilai bkn mencari ilmu“. Dari sana saya berfikir tentang tujuan seseorang melakukan sesuatu yang mana ada kemungkinan tersesat oleh tujuan semu. Disini menjadi pembahasan yang cukup menarik jika dilihat dari sisi kehidupan sehari-hari disekeliling kita yang mana bukan hanya di dunia pendidikan.

Pada awalnya mungkin manusia bertindak seperti hewan, yang melakukan sesuatu agar perutnya bisa terisi, bisa hidup hingga besok, dan esoknya melakukan pekerjaan lagi yaitu intinya mencari makan dan berkembang biak. Manusia berkembang, hingga kebutuhan menjadi bertingkat ada yang utama hingga tidak utama-utama banget(sorry bahasanya biar enak aja dr pada pake bahasa logis). Dari sana timbul varian-varian baru dari tujuan hidup, dari yang tujuannya untuk mengabdikan kepada Tuhan ataupun Syetan, sampai orang yang tidak punya tujuan hidup.
Apapun tujuan hidup seseorang atau tujuan orang melakukan sesuatu alangkah baiknya agar fokus pada tujuan utama. Contoh simple, manusia ingin bahagia, untuk bahagia “katanya” butuh uang, untuk dapat uang butuh bekerja, bekerja menghabiskan banyak waktu. Akhirnya orang itu punya uang, tapi tidak punya waktu, dan akhirnya tidak bisa menikmati kebahagiaan.
Dalam kasus diatas biasanya terdapat kondisi yang menjadi pilihan, ingin terus mencari uang atau cukup dengan yang ada dan menikmati yang ada. Dan karena merasa, bahwa uang adalah tujuannya dia “sedikit” mengenyampingkan kebutuhan hidupnya akan waktu untuk sekedar menikmati apa yang dia capai. Atau orang yang bekerja hingga lupa waktu hingga uang nya banyak. namun pas masa tuanya sakit-sakitan dan uangnya habis untuk berobat.

Saya akhir-akhir ini tidak begitu suka dengan kalimat “Bekerja keras untuk akhir yang bahagia”, karena akhir-akhir ini juga saya melihat terlalu banyak hati yang terluka pada saat seseorang, terutama ayah yang bekerja “terlalu keras” atas nama keluarga. Efek samping dari hal ini menjadi banyak, terutama bagi anak. Anak  yang saya temui dan yang saya ajak diskusi adalah anak-anak yang sudah bangkotan(27-30 tahun). Dari cerita mereka, saya simpulkan bahwa banyak orang yang ter”sesat” pada saat mengejar sesuatu, bukan kepada intinya tapi berbelok pada permasalahan-permasalahan sekunder.

So, apakah kita sedang melakukan apa yang menjadi syarat dari kita tuju? jika tidak, tak ada salahnya berubah dan membanting arah untuk mengejar tujuan sebenarnya, sebelum semuanya menjadi sangat terlambat.

HEHEHE…

comments: 1 »

One Response to “Tujuan utama”

  1. subhan toba says:

    belum baca semua, numpang mejeng dulu :p

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comment

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Spam protection by WP Captcha-Free