Seperti pada halnya korek; batu api, sumbu dan minyak saling berkorelasi satu sama lain. Begitu juga dalam jalinan apapun dalam dunia ini yang memiliki persamaan. Contoh kasus; menulis blog. Terkadang ada perasaan bahwa gua nulis blog bukan dan tidakmau karena orang lain, tidak mau ikut-ikutan, tidak mau reaktif dan lain sebagainya. Namun, apa hasilnya? Gua tidak dapat menulis Satu blog pun dalam 1 tahun terakhir, karena gua tidak mau jadi sumbu yang terbakar oleh percikan api dari batu api orang lain. Akibatnya? Blog ini tidak dapat mengeluarkan manfaatnya baik bagi gua sendiri ataupun oranglain.
Sekarang, gua coba dengan pemikiran baru, coba manfaatkan semua energi dari luar yang mendorong(membakar) kita lebih baik, karena tidak ada salahnya mendengarkan orang lain. Dan jangan pernah menganggap bahwa jika kita berhasil(menyalakan api) nanti dan ada yang bilang bahwa “Gua berhasil gara2 dia”,jikapun terjadi, hal itupun tidak akan mengurangi keberhasilan kita, sama seperti halnya mengajari orang lain untuk menjadi berhasil, hal itupun tidak akan mengurangi keberhasilan kita.





Ya, menurut gue tidak akan memalukan untuk bilang “gue bisa ini karena diajarin dia”, bahkan sampe sekarang ini masih ada beberapa orang yang pengen gue temui untuk bilang: “terima kasih sudah mengenalkan gue ke dunia yang baru, it changes my life completely”
Dan emang dari awal kita hidup dari percikan sesuatu yang diluar kita kan, dari sperma yang dipercikkan ke dalam rahim.
Manusia memang butuh pemantik, karena dia lemah, dan hebatlah manusia itu jika dia tidak melupakan pemantiknya. He’ll be a complete human, like a set of zippo lighter that fires windproof flame.
wakakakakka gue malah nge-blog disini.