Dalam suatu pembicaraan, saya mendengar suatu kutipan menarik, “Gua pengennya udah bisa Santai-santai di usia 30 Tahun”. Pada pembicaraan itu saya hanya berfikir tanpa berkomentar sedikitpun. Yang saya pikirkan adalah: Bagaimana caranya saya bisa santai pada usia 30 th? berapa kekayaan yang mesti saya punya? dan mungkinkah itu terjadi?.
Sesudah pembicaraan itu, saya coba cari jawabannya dari ketiga pertanyaaan itu;Dan saya coba ambil contoh orang-orang yang berhasil di usia muda, dan merekapun tidak santai di usia itu bahkan semakin berkerja-keras. Mereka sepertinya tidak pernah habis-habisnya bercita-cita. Saya juga teringat kutipan yang selalu didengung-dengungkan oleh Bapak saya, Bahwa hidup itu adalah process on becoming, jadi tak selayaknya kita berhenti berusaha, bahkan extreem nya Bapak saya bilang, Kalau bisa kita meninggal dalam usaha berproses, dan jika kita sudah tidak mau berproses, maka sesungguhnya kita mati.
Jadi, Mungkin kutipan awal saya ubah sedikit, “Pada umur 30, saya sudah mencapai salah satu target saya” dan mulai dengan target yang baru. Bismillah -Amiin-

Seperti pada halnya korek; batu api, sumbu dan minyak saling berkorelasi satu sama lain. Begitu juga dalam jalinan apapun dalam dunia ini yang memiliki persamaan. Contoh kasus; menulis blog. Terkadang ada perasaan bahwa gua nulis blog bukan dan tidakmau karena orang lain, tidak mau ikut-ikutan, tidak mau reaktif dan lain sebagainya. Namun, apa hasilnya? Gua tidak dapat menulis Satu blog pun dalam 1 tahun terakhir, karena gua tidak mau jadi sumbu yang terbakar oleh percikan api dari batu api orang lain. Akibatnya? Blog ini tidak dapat mengeluarkan manfaatnya baik bagi gua sendiri ataupun oranglain.
Sekarang, gua coba dengan pemikiran baru, coba manfaatkan semua energi dari luar yang mendorong(membakar) kita lebih baik, karena tidak ada salahnya mendengarkan orang lain. Dan jangan pernah menganggap bahwa jika kita berhasil(menyalakan api) nanti dan ada yang bilang bahwa “Gua berhasil gara2 dia”,jikapun terjadi, hal itupun tidak akan mengurangi keberhasilan kita, sama seperti halnya mengajari orang lain untuk menjadi berhasil, hal itupun tidak akan mengurangi keberhasilan kita.
Hari ini saya berdebat dengan kawan kantor saya tentang macbookpro yang baru saja dibeli nya. Awal mulanya, mac yang baru saja dibeli olehnya terlihat “ngadat” padahal spek yang dibeli adalah spek teranyar dengan os yang paling baru juga.
Karena denger ada masalah gua langsung spontan bilang, “Bos satuin dulu hati lo sama mac lo”. tapi do’i langsung bilang(yg intinya) bahwa mac itu hanya sebuah mesin yang mana bertugas untuk membantu dan mengikuti perintah manusia. ditambahkan lagi dengan statement nya : dimana-mana jika mesin ditanya 1+1 pasti jawab 2. Pada saat itu saya cuman jawab: Gak selamanya mesin akan menjawab 1+1= 2, mesin bisa menjawab 1+1=3,1+1=1/22 , bahkan 1+1= 11….
Hmmm, jadi mesin punya jiwa atau ngga?
Terkadang dalam otak kita berjubel dengan konsep-konsep baru yang brilyan, namun sayangnya hilang seperti hilangnya tokai pada saat kita buang air. Atau semua ide-ide brilyan itu hanya sekedar konsep blunder saja, karena sudah tidak ada energi lagi untuk melaksanakannya . Pada akhirnya, konsep menjadi valid jika terbukti. Maka buktikan segera! sebab, orang-orang hebat itu bukan karena dia pintar, tapi lebih karena mereka sesegera-mungkin mengimplementasikan konsep yang mereka punya..
Salam damai untuk dunia!!
Huff, mau nulis blog setelah sekian tahun lamanya malees banget gara-gara SPAM berkeliaran di blog gua tercinta ini,
OK, sudah 52.320 SPAM yang kena malam ini yang udah makan space Hosting 35MB,
Yah itung-itung belajar query mySQL lagi.
lalu Ugrade WP version ke 2.9(dari sebelumnya 2.6
) lalu coba cari plugin captcha tanpa captcha, Aneh kan? (Tapi install aja.. katanya pake Ajax gituh)
Dan… sekarang saatnya Tidur.