Catatan 2008
Ξ December 26th, 2008 | → 14 Comments | ∇ Uncategorized |
Awal tanpa Target
Pada saat awal masuk ketahun ini 2008, terus terang gua ngga punya target apa2, yang ada diotak gua cuman pengharapan besar agar tahun ini lebih baik daripada tahun sebelumnya, hanya itu aja… pada saat itu gua berfikir, Toh Allah tau yang terbaik untuk gua, harusnya kalo minta yang terbaik dan itu baik untuk gua, Insya Allah terwujud yang baik itu.Saat itu Minggu pertama bulan januari 2008, gua masih inget pada kala itu ,sore dan hujan, gua dimobil dengerin radio yang mana pembawa acaranya masih cerita seputar tahun baru dan target2 baru dan dia bilang, “Jangan pernah punya target yang terlalu global, kita akan sulit mencapainya,karena kurangnya keinginan untuk mencapai kesana” .Tapi, pada saat itu… gua inget tanpa ambil tindakan… Gua tetep berjalan tanpa target yang jelas tahun ini.
Dan akhirnya berjalan melambat.
Pada awal tahun, ada do’a kecil yang terlintas dalam otak gua saat itu, ya Allah, saya kayanya cape bener kerja, pengen dah istirahat dan santai sejenak. Dan terhitung dari awal tahun, kerjaan gua bisa dibilang santai abis, pulang ontime, ditambah saat itu gua mulai kenal yang namanya hobby baru yaitu R/C Helicopter. Hidup serasa santai, berangkat pagi, gua nganterin bini kekantor, pulang masih bisa jemput. dan sabtu minggu masih ada waktu buat yang namanya maen R/C… Ah seolah indah dunia pada saat itu…. Disisi lain, ada mimpi yang gua bawa bersama teman-teman Xinix. Pada awal tahun ini pula Anes dan Re mencoba fokus dengan apa yang kita punya di Xinix, dengan gua sebagai komandonya. Dan mungkin gua termasuk orang yang sedang terlena dengan keadaan Xinix pada waktu itu dengan adanya orang yang fokus harusnya semuanya aman dan menganggap semuanya berjalan dengan sebagaimana mestinya, padahal Tidak semudah itu. dan Ternyata kita mesti menyatakan diri bahwa kita mesti bubar jalan!
Kelahiran Aqil
Pada awalnya, gua sungguh menikmati waktu2 santai gua hingga lahir anak gua pada pertengahan tahun. Semua sepertinya sudah diatur adanya, dan seperti mulus2 aja ditahun ini dan Alhamdulillah Aqil juga bisa lahir normal dengan keadaan sehat, semuanya benar-benar seperti yang ada di doa gua
Berjalan satu bulan yaitu Agustus, gua sepertinya merasa ada yang ngga beres. Gua coba ambil kertas, bikin oret2 an dan review apa yang sudah gua dapat tahun ini. Ternyata dari review itu, hasilnya gua telah menyia2kan waktu gua untuk jangka waktu yang panjang ditahun ini, lebih dari 1/2 tahun habis dengan lewat gitu aja. bukan hanya tanpa hasil materil, tapi knowledge pun mandek gitu2 aja.
Aku ingin berlari!
Melihat hasil rapot yang merah, tentunya perbaikan dan pembenahan pengen banget gua lakukan saat itu, tapi konsidinya masih jalan ditempat, ditambah parah dengan keadaan yang “Tidak Percaya” sama gua pada saat itu, tambah berat kaki ini melangkah. Tapi, the Show must go on… Gua mulai kembali “menjajakan diri” gua, dan menempatkan diri gua ditempat serendah2nya pada saat itu,dan merubah pola do’a saat itu gua mulai berdoa dengan hal yang spesifik. Yang terpikir cuman, gua harus bergerak, gua harus lebih pintar dari hari kemarin, dan harus ada sesuatu yang gua perbuat walaupun tanpa hasil untuk saat ini. Masuk bulan ramadhan, ada sedikit cahaya, gua kejar dan ternyata cahayanya meredup, tapi setidaknya gua sudah bergerak, ada knowledge yang gua dapat, dan yang terpenting, ada hal yang dapat memaksa gua untuk terjaga demi ingin tahu tentang sesuatu itu! (hal itu yang hilang selama 7 bulan sebelumnya).
Berkah Bulan Ramadhan?
Jika Orang berkata, bahwa bulan ramadhan adalah bulan berkah, mungkin benar adanya. pada awal bulan ini gua sudah memprediksi keuangan gua, yang mana tidak bagus2 amat bahkan cenderung minus jika dipaksakan ini dan itu, untungnya tahun ini gua sama istri memang ngga ada niat untuk pulang kampung dikarenakan Aqil yang masih terlalu kecil usianya, jadi khawatir jika dibawa pulang kampung. Tapi,pada bulan ramadhan ini cerita menarik; Pada saat gua sudah merasa, abis2an berusaha dan keuangan juga lagi ngga beres adanya, tiba-tiba si Toba menawarkan sebuah proposal tentang anak yatim. Terus terang, pada saat itu berat bagi gua untuk ngeluarin uang, tapi gua coba pandang dari sisi lain, Gua inget banget kalimat orang2 terdekat gua yang bilang “ngga akan abis harta walaupun disedekahin berapa juga” dan gua dengan sedikit memaksakan diri dan menekan semua rasio yang ada diotak gua melupakan semua masalah keuangan gua, gua akhirnya mengeluarkan uang pada saat itu, seraya berdoa, semoga uang itu bermanfaat! Tapi Herannya, seharusnya, keuangan gua jadi lebih berkurang dengan penambahan pengeluaran itu, tapi sehabis lebaran…ndilalah gua dapet sebuah proyek yang gampang tapi gede nilainya, dan mungkin hanya keberuntungan yang bisa bikin gua dapetin itu proyek, dan gua dapet. Sampe sekarang, gua masih mikir… apa ini bener2 gantinya uang yang gua keluarkan saat itu ya! Atau ini berkahnya bulan Ramadhan
Dihukum oleh diri!
Sehabis Ramadhan, gua terus disibukkan sama kerjaan gua, mungkin kalo diibaratkan bergerak, gua sudah dalam tahap terbang dimana kaki gua melangkah sangat cepat hingga tidak menyentuh tanah. Nah, bisa dibayangin kan kalo kaki udah ngga nyentuh tanah, ngeremnya akan susah? Dan sebelum sempet ngerem gua keburu nabrak tembok dan jatuh sakit. Banyak temen gua yang bilang, Mungkin ini saatnya gua istirahat, atau dipaksa beristirahat. Tapi bagi gua sakit kemaren itu merupakan tamparan keras, dan suatu peringatan bahwa gua adalah manusia yang lemah, Sekuat apapun gua berusaha, memprediksi segala sesuatu, berdoa dengan sekuat tenaga, tapi ada kekuatan besar yang mengatur hasilnya. Di Rumah sakit gua bener2 ngerasain, susahnya solat pada saat sakit(Gua sempet nyobain, solat tidur,duduk). Tidak enaknya makanan, susahnya buang air kecil/besar dan tidak nikmatnya tidur. Itu aja baru sakit kecil, kalo sakit yang berkepanjangan, gimana rasanya ya? Tapi, itu mungkin hukuman bagi gua, karena telah menzolimi diri sendiri
Dan, dirumah sakit gua juga dibuat bertekuk tentang semua pemikiran2 gua, peng-hakiman2 juga kesombongan gua terhadap diri sendiri dan sangat mungkin terhadap orang lain, ada sisi yang terlewatkan dari pemikiran gua, bahwa selalu ada sisi lain dari setiap manusia yang mungkin kita ngga bisa pahami namun mesti kita maklumi. Intinya, Semoga gua ngga masuk RS lagi. Amiin
Akhirnya-
Dua Ribu Delapan belum berakhir, tapi gua ngga mau menunggu 2008 berakhir untuk segera menulis review ini, sebab gua ngga akan pernah tau apa yang akan terjadi pada 4 hari kedepan.
–2008– Tahun Kabisat– hal yang terjadi pada 4 tahun lagi. Tapi seberapa pentingkah hal itu?
Selamat Jalan 2008
