Amd oh Amd

Ξ October 26th, 2007 | → 0 Comments | ∇ Opini |

Mungkin bagi kita yang senang memperhatikan perkembangan komputer di dunia terutama perkembangan Chipset dari prosessor tak asing mendengar yang namanya AMD yang mana masih setia menjadi pesaing kuatnya Intel dalam merajai bisnis Prosessor dunia.
Pada akhir Tahun 90an hingga awal tahun 2000, Intel memang menjadi peusahaan yang nyaris berjalan tanpa pesaing. Saingan terkuat Intel pada saat itu hanya AMD dan dan Via yang mana kedua Chipset ini hanya meraih kurang dari 25% dari pasar dunia. Namun, pada Awal tahun 2000 AMD penjualan AMD mulai mengalami peningkatan dimana ada unsur pendukung peningkatan penjualan AMD(Produk nya Duron dan Alton ), yaitu Isu “Bahwa AMD Mudah Di OverClock dan AMD terkenal cepat,MUrah juga Handal” dan isu ini pun serta merta menaikkan pamor AMD. Didukung lagi pada masa itu pula, bisnis netwoking Games sedang mulai Naik daun(Pada masa itu CS), yang mana banyak pengusaha game yang menggunakan AMD sebagai prosessornya.
Namun, selain isu yang baik, AMD juga terkenal dengan “Prosessor yang mudah Panas” dan ini juga yang menjadi ganjalan bagi AMD untuk menguasai pasar lebih baik lagi. Namun, para pencinta komputer murah(termasuk saya pada waktu itu) tak henti2nya untuk merekomendasikan AMD sebagai Prosessor yang handal sekaligus cepat dan untuk masalah panas itu bisa di akali dengan berbagai cara.
Perkembangan penjualan AMD terus meningkat menginggal kan penjualan Chipset VIA(yang terkenal denga product Cyric) pada tahun 2004 dan 2005 hingga pada akhirnya penjualan AMD dan INtel hanya mempunyai selisih tak sampai 10% pada penjualan Dunia. Bahkan pada Akhir tahun 2005 di singapur, AMD menanntang Intel untuk berduel mengadu kecepatan pada sebuah iklan di media massa. Namun tantangan tersebut tidak ditanggapi oleh Intel, sehinga AMD semakin merasa kuat dengan performancenya.
Dengan adanya “perang” pasar yang kuat, Intel pun sadar. Bahwa jika tidak merubah strategi bisnis nya, maka Intel akan tertinggal dengan AMD.Melihat hal itu, Intel benar-benar berniat merubah strategi nya. Saya ingat betul, pada saat itu(akhir 2005 -awal 2006) Orang sedang ramai membicarakan sistem 64 bit dengan computer 64bit, dan secara hitung-hitungan kasar, AMD lebih unggul di banding intel. Tapi menanggapi hal ini, Intel mengeluarkan intel Core Duo 32bit dengan harga relatif murah, dan juga langsung di pasangkan pada Laptop terbaru pada masa itu. Intel seolah melupakan sejenak kekalahannya pada pengembangan 64bit dan tetap bermain di 32bit untuk pasar menengah kebawah. Dan ternyata, Strategi ini benar-benar membuat AMD menjadi tertinggal jauh lagi. Ditambah lagi kerjasama Intel dengan perusahaan Apple yang mana menggunakan teknologi intel pada setiap product barunya, yang membuat Intel semakin menguasai pasar Prosessor di Dunia.

Hingga, pada suatu kesempatan ngobrol-ngobrol dengan pencinta AMD(pada waktu kuliah dulu), teman saya menduga bahwa AMD ada hal yang kompatibel antara AMD dengan windows sehingga Laptopnya yang berprosessorkan AMD, sering heng.