Jika, setiap Manusia selalu mempunyai masa sendiri dalam menghadapi kisah hidupnya,
Dan Alam selalu netral menerima perilaku insan yang cenderung merusaknya.
Jika semua point ada di dalam hati,
Kenapa tidak kita tertawa saja bersama Hati ini!!
Tertawalah,Sebelum Tertawa itu dilarang
- warkop DKI-
Seiiring dengan waktu yang terus bergulir, banyak yang dialami, dilewati dan terlupakan. Pada saat ketuaan ini semakin nampak, dan semakin jelas terlintas bagaimana orang tua ku berjuang untuk aku di masa kecilku dulu.Saat ini, kerutan diwajahnya semakin nampak,tapi rasanya,aku masih belum bisa membuatnya tersenyum bangga.
Aku dan ketuaanku,
Seperti jantung yang selalu berdetak, begitu pula waktu yang terus berjalan maju. Dan semakin hari semakin sulit rasanya mengelola waktu, terlalu banyak variable yang berkeliaran dalam ruang waktu yang semakin tak terkendali dan semua berteriak, bahwa mereka adalah Prioritas.
Aku dan ketuaanku,
Laiknya jalan yang berliku,sulit untuk dihafal dan diterka kemana arah hingga mencapai rumah dengan jalan tercepat. Yang kuingat hanya; aku punya sebuah PETA, yang bisa kupakai pada saat hendak pergi suatu tempat. Walaupun dalam hati selalu berambisi menghapal semua jalan yang ada di dunia. Namun ketuaan ku selalu menertawaiku dan selalu bertanya; “kemana arah ku” ?.
Aku dan ketuaanku
Kesombongan, Kini mulai menampar wajahku berkali kali. Kelalaian, sering mencelakai hingga jatuh bertubi. Dan Emosi seperti bumerang yang selalu menghajar diri sendiri.
Tolong Jangan tanya, kenapa web ini begini!!